Akibat Terlalu Mendengarkan Perkataan Orang Lain

shares |

Ilustrasi ( Sumber Gambar )
Banyak Kisah - Dalam hidup terkadang memang ada kalanya kita mendengarkan ucapan orang lain, akan tetapi ada kalanya juga kita harus stop untuk mendengarkan ucapan orang lain. Seperti kisah yang akan di tuliskan berikut oleh BanyakKisah.com.

Perlu diketahui bahwa cerita ini adalah cerita fiksi, dan bukan merupakan cerita nyata, jadi jangan baper dan berkomentar setelah membaca cerita ini, apakah itu benar-benar nyata atau tidak dan sebagainya dan sebagainya.

Cerita ini berawal dari sebuah rumah di pelosok desa, dimana di situlah tinggal Andi, Ayah, Ibu dan juga kedua adiknya, Rona dan Rani. Andi adalah seorang pria yang sangat hebat, ia pekerja keras dan ia punya misi khusus untuk merubah kondisi keluarganya.

Selama ini yang bersekolah adalah Andi saja sementara adiknya Rona dan Rani terpaksa tidak bersekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai Rona dan Rani untuk bersekolah.

Andi pun bisa sampai lulus SMA berkat perjuangan kerasnya, sebelum berangkat sekolah dan juga usai pulang sekolah menjadi loper koran yang sudah ditekuninya sejak SMP sampai lulus SMA.

Andi punya tekat yang sangat kuat untuk mengubah kondisi keluarganya yang serba kekurangan, Ayah Andi setiap hari bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya tidak seberapa dan hanya cukup untuk makan kebutuhan sehari-hari itu saja terkadang kurang.

Setelah Lulus SMA, Andi merantau ke Jakara untuk merubah nasibnya. dengan ketekutan dan juga kerja kerasnya akhirnya setelah ada di Jakarta selama 3 tahun Andi sudah berhasil langsung naik diposisi terbaik dalam sebuah kantor yaitu seorang direktur perusahaan.

Selama bekerja di kantor, Andi juga berjuang untuk melanjutkan sekolahnya dan mengejar gelar Sarjana S3. Sampai pada akhirnya Andi ada di titik suksesnya, dan ia sudah bisa merubah nasib keluarganya di desa.

MULAI BANYAK SUARA YANG DIDENGARKAN

Selama ini Andi tidak pernah mendengarkan celoteh orang terhadap dirinya, dari kecil sampai sekarang sudah menjadi direktur. Tapi sepertinya Andi mulai merasa bahwa ia sudah tidak pantas untuk di olok-olok atas kesuksesannya yang sudah didapatkannya itu.

Andi merasa bahwa dia dan keluarganya sudah tidak lagi orang miskin yang tinggal di pelosok desa, dan sudah sepantasnya ia dan keluarganya harus mulai dihargai.

Suatu hari Andi mendengar kabar ada tetangga di desa yang berkata sesuatu hal tentang kesuksesan Andi.

"Jika dia memang sudah sukses di Jakarta sana, harusnya setiap pulang ke rumah bawa mobil Alpard atau mobil yang harganya miliaran rupiah" begitulah celoteh tetangga kampung

Setelah mendengar ucapan seperti itu Andi pun langsung membeli mobil mewah yang harganya 15 Miliar dan dibawanya ke kampung halamannya untuk di pamerkan kepada warga kampung.

Namun sepertinya tidak berhenti sampai disitu saja. Celoteh orang masih saja selalu membuat telinga Andi panas, kali ini berbeda lagi, setelah mobil, tetangga kampung berkata bahwa jika Andi benar-benar sudah sukses dan kaya raya, harusnya ia dan keluarganya punya apartemen sendiri di Ibu Kota sana. dan tinggal di sana.

Andi pun panas, Andi langsung membeli apartement mewah dan memboyong keluarganya untuk tinggal di Apartement mewah itu.

DAN SEMUANYA MUSNAH DALAM SEKEJAP

Setelah Mobil, Apartement Mewah, rupanya hal itu membuat Andi masih haus akan pujian dan juga pengakuan dari orang lain.

Rasa-rasanya Andi seperti sudah kerasukan setan pengakuan, ia haus akan pengakuan, ia ingin selalu mendapatkan banyak pujian dari orang-orang yang menyatakan bahwa dirinya sukses dan kaya raya.

Suatu hari Andi, memboyong semua mantan tetangganya di desa dan membawanya ke Apartement mewahnya, tapi apa yang di ucapkan tetangganya justru membuat Andi marah, harapan Andi adalah tetangganya mengakui kekayaan dan juga kesuksesannya.

Yang di dengar oleh Andi justru adalah selentingan omongan yang membuat telinga Andi panas dan emosi.

Ada salah satu tetangga yang bilang kalau "Andi benar-benar sukses dan sudah menjadi orang kaya raya, harusnya punya pulau sendiri dan ada istana di dalam pulau tersebut".

Untuk membuktikan bahwa ia benar-benar sudah sukses dan menjadi orang yang kaya raya, Andi pun akhirnya memilih menjual semua aset yang dimilikinya dan kemudian membeli sebuah pulau dan kemudian membangun istana di pulau yang dibelinya tersebut.

Semua aset kekayaan Andi di investasikan ke Pulau tersebut dengan harapan Andi bisa mendapatkan pengakuan dan pujian dari mantan tetangganya di desa. Bahwa Andi benar-benar sudah menjadi orang kaya raya dan sukses.

Namun apa yang terjadi setelah kerajaan yang dibangun oleh Andi di pulau peribadinya itu berdiri, Tsunami menyapu bersih semuanya dan menenggelamkan kerajaan yang dimiliki oleh Andi beserta keluarganya.

Beruntung Keluarga Andi dan Andi selamat dari musibah tersebut, dan setelah tidak memiliki apa-apa lagi karena semuanya sudah tenggelam, Andi dan keluarganya pun kembali ke Kampung halamannya di pelosok desa, rumah yang dulu ditinggali oleh Andi sewaktu kecil bersama dengan keluarganya.

PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah, jangan pernah terlalu mendengarkan omongan orang lain, karena kadang hal itu justru akan membuat dirimu semakin jatuh dan jatuh jika terus mengejarnya.

Yang kedua mungkin yang harus di tanamkan dalam diri kita adalah, jangan mengejar pengakuan atau pujian dari orang lain, karena itu akan melelahkan.

Dan pelajaran yang ketiga adalah, mungkin kita sebagai orang lain atau tetangga jangan terlalu nyinyir atas keberhasilan orang lain, kasian juga kan jika orang yang kita nyinyiri itu akhirnya berujung seperti pada kisah ini?.


Yuk Gabung dengan Grup WhatsApp "Banyak Kisah" untuk mendapatkan banyak kisah dan juga saling berkenalan dengan para warganet dalam Grup ini. Jangan lupa untuk Like dan Follow juga ya Akun Instagram dan Fanspage Banyak Kisah. Terima Kasih

Related Posts