Kesabaran Seorang Wanita

shares |

Kesabaran Seorang Wanita The Series Di BanyakKisah.com
Banyak Kisah - Akhirnya dia kembali dipelukanku dan aku hanya bisa terus bersyukur-bersyukur dan bersyukur, tiada hari tanpa bersyukur.

Doa yang selalu ku panjatkan akhirnya terjawab dan Suami tercinta yang aku harapkan bisa menjadi Imamku kembali lagi kepangkuanku setelah sekian lama pergi bersama dengan wanita lain yang mungkin secara fisik lebih manis daripada diriku.

Perkenalkan namaku adalah Dita, kisah ini aku tuliskan dan aku share melalui website banyakkisah.com ini dengan tujuan supaya bisa menginspirasi dan juga memotivasi kalian semuanya para wanita atau para istri agar selalu kuat dan pantang menyerang dalam menghadapi cobaan keluarga.

Cobaan keluarga itu tidak hanya dalam segi materi akan tetapi juga ada cobaan dari luar mungkin seperti jabatan atau juga dari wanita lain. Dan yang aku alami ini adalah paket komplit dimana ketiga ujian yaitu Materi, Jabatan dan juga wanita sudah aku rasakan.

Ujianku berawal ketika aku harus naik jabatan, aku adalah seorang wanita karier dan suamiku seorang karyawan biasa di sebuah kantor. Suatu saat aku naik jabatan di perusahaan tempat aku bekerja.

Tapi ketika itu Suamiku memintaku untuk berhenti bekerja dengan alasan agar bisa lebih fokus dengan keluarga dan segera memprogram untuk memiliki momongan, dan alasan itu aku iyakan karena aku juga merasa sudah waktunya aku punya anak karena sudah menikah selama 6 bulan lamanya akan tetapi aku tidak juga hamil.

Setelah berhenti bekerja dan menolak kenaikan jabatan yang diberikan oleh kantor, 1 bulan kemudian aku Hamil. dan rasanya hidupku benar-benar seperti ada di surga, suamiku makin sayang kepadaku dan bahkan pekerjaan suamiku di kantor terus mendapatkan pujian dari bosnya sampai akhirnya dia naik jabatan.

Wanita mana yang tidak bahagia melihat Suaminya semakin sayang dan juga naik jabatan.

Akhirnya aku punya anak pertama, dan anak pertamaku wanita yang aku beri nama Aisyah. Setelah Aisyah berusia 3 tahun aku pun hamil lagi anak kedua, di sini saya dan suami masih bahagia dan belum mendapatkan ujian apapun.

Akan tetapi di kehamilan keduaku ini Suami makin jarang pulang, entah mengapa ia mendadak seperti itu, ketika aku bertanya ia selalu menjawab bahwa pekerjaan kantor semakin banyak, dan bahkan suami akan segera pindah tugas keluar kota.

Saat itu hatiku mulai resah, aku mulai jarang bertemu suami. Suami pulang ke rumah untuk menengok diriku dan Aisyah, hanya 1 kali dalam 1 bulan. Sampai pada akhirnya aku melahirkan anak keduaku yang aku beri nama Prabu. Anak keduaku adalah anak laki-laki.

Ada perasaan aneh setiap pulang, Suamiku tidak banyak bicara kepadaku, terlebih-lebih setelah aku semakin terlihat jelek, badanku yang dulunya bak gitar spanyol kini berubah menjadi gendut dan bahkan semuanya serba sudah kendor. Aku pun berusaha untuk merubah semua ini dengan berolahraga dan ikut kelas-kelas yang bisa membuat badanku kembali lagi seperti dulu.

Dan anehnya setiap pulang, Suamiku tidak pernah menyentuh aku sedikitpun, keharmonisan dirinya yang dulu mendadak hilang, awalnya aku tidak pernah berburuk sangka, aku selalu berpikir bahwa suamiku lelah karena harus bolak-balik demi untuk bisa bertemu denganku setiap bulannya.

MULAI SEDIKIT TERBONGKAR

Akhirnya perlahan tapi pasti mulai sedikit terbongkar, ternyata Suamiku memiliki Wanita lain di luar kota sana. Aku benar-benar terpukul, aku tidak sengaja melihat Handphone nya dan aku melihat semua isi foto-foto mesra dirinya dengan wanita itu, bahkan Maaf aku melihat video tidak pantas suamiku dengan wanita simpanannya.

Aku benar-benar kaget dan rasanya seperti terkena halilintar di siang bolong, aku mencoba untuk tidak marah, memasang wajah cemberut, aku berusaha untuk tetap biasa dan berusaha agar suamiku tetap cinta kepadaku.

Yang ada dalam pikiranku adalah aku harus bersabar demi dua anakku Aisyah dan Prabu. mereka harus tetap memiliki seorang Ayah.

Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu aku tetap diam dan tidak pernah menyinggung mengenai apa yang aku lihat di Handphone suamiku. Aku berusaha melupakan hal itu dan aku selalu berdoa semoga suamiku sadar dan kembali lagi pada keluarganya. yaitu Aku, Aisyah dan Prabu.

3 TAHUN BERLALU DAN KAMU MAKIN MENGGILA

3 Tahun berlalu sejak kejadian aku melihat isi Handphone suamiku, Dan suamiku masih seperti itu sikapnya dingin, dan jarang menyentuh aku selama 3 tahun lamanya.

Dan 1 kali pun aku tidak pernah bertanya atau menyinggung perasaannya, padahal setiap dia pulang aku selalu mencoba untuk menggodanya agar dia mau berhubungan denganku, akan tetapi tetap saja dia selalu dingin dan menolak.

Aku selalu sabar dan tidak pernah memperlihatkan raut muka marah ataupun sedih, sebisa mungkin selalu kuperlihatkan raut wajah ceria dan juga bahagia ketika dihadapan suamiku dan anak-anakku.

Dan suatu hari Suamiku pun akhirnya membuka percakapan mengenai siapa wanita yang selama ini menjadi kekasih gelapnya, Suamiku meminta agar aku rela untuk di ceraikan karena suamiku ingin menikahi wanita yang merupakan kekasih gelapnya.

Dan saat itulah air mataku sudah tidak bisa ditahan lagi untuk menetes, setiap suamiku memberikan penjelasan kenapa dirinya mencintai wanita itu aku seperti ditutup telinganya dan air mata terus menetes sampai akhirnya aku pingsan karena saking kagetnya.

Setelah bangun dari pingsan, suamiku bukannya mencemaskan kondisiku, ia justru melanjutkan pembicaraannya mengenai rencana menceraikanku, Aku sempat berkata apa salahku hingga aku harus dicerai, dan suamiku menjawab bahwa dia tidak bisa melukaiku lebih lagi.

Aku tau suamiku memang orang yang baik, dan aku pun menolak untuk diceraikan, aku lebih memilih untuk dimadu, berbagi cinta dengan wanita lain.

BERAT SEBELAH

Dan akhirnya suamiku pun menikahi wanita simpanannya, dan resmi sudah ia menjadi istri kedua suamiku, dan karena ini sudah menjadi keputusanku aku pun berusaha untuk berbuat baik dan menerima wanita itu sebagai adikku.

Dan masalah baru mulai terjadi ketika suamiku mengajak istri keduanya itu tinggal 1 rumah denganku dan anak-anakku. Sulit tapi tetap harus aku jalani.

Aku berusaha untuk tetap tersenyum dalam kondisi apapun, tapi rupanya tinggal 1 atap dengan istri kedua suamiku bukanlah sebuah hal yang mudah, aku terus dicari kesalahannya dan ia selalu melaporkan kepada suamiku hal yang tidak-tidak, sampai pada akhirnya suamiku mengusir aku dan meminta aku pergi dari rumah.

Aku pun pergi dari rumah dan mencari kontrakkan, anak-anakku aku bawa semuanya Aisyah dan Prabu. Disinilah aku mulai merasakan beratnya membiayai kedua orang anakku bersekolah dan aku benar-benar tertekan ekonomi.

Usiaku yang sudah semakin tua ini sudah tidak lagi bisa mencari pekerjaan di kantor, aku pun menjadi penjual gorengan keliling, semua itu aku lakukan, aku bekerja berjualan gorengan keliling dari Jam 3 sore sampai jam 9 malam.

Dalam kondisi ini aku selalu berdoa dan menitipkan anak-anakku kepada Allah yang maha Agung, aku juga berharap anak-anakku bisa menerima keadaan yang memang sedang harus benar-benar penuh perjuangan ini....


BERSAMBUNG.... Tunggu Kelanjutan Dari Cerita ini SEGERA.....

Related Posts